Valentino Rossi siap memutuskan apakah dirinya akan melanjutkan karier balapnya atau pensiun, pada jeda musim panas MotoGP. Keputusan pebalap berusia 42 tahun itu akan berdasarkan hasil balapan hingga seri Belanda di Assen pada 27 Juni. Rossi kini memiliki empat balapan, yaitu seri Italia, Catalunya, Jerman, dan Belanda, untuk menilai apakah dirinya masih cukup kompetitif untuk melanjutkan karier balapnya.

Balapan terdekat, seri Italia, akan berlangsung akhir pekan ini di Mugello pada 28-30 Mei. Dia menjadikan balapan di kampung halamannya ini untuk menguji apakah sinyal positif yang diperoleh saat tes di Jerez bisa membuat dia lebih kompetitif. Dua pekan lalu di Le Mans, yang menjadi balapan pertama setelah tes di Jerez, Rossi start dari posisi ke-9 dan finis di posisi ke-11 dalam balapan flag-to-flag itu.

”Saya bisa bersaing untuk posisi yang lebih baik dan berada dalam sepuluh besar di Le Mans, tetapi saya mengalami kesulitan dalam kondisi yang berubah-ubah (kering-hujan-kering) pada Minggu. Saya juga merasa lebih baik dengan motor, jadi sayang balapan berlangsung membingungkan seperti itu,” ungkap Rossi.

”Semoga cuaca akan lebih konsisten akhir pekan ini di Mugello dan kami akan bisa mengonfirmasi peningkatan dari tes Jerez,” jelas Rossi yang tujuh kali beruntun memenangi balapan MotoGP di Mugello pada 2002-2008.

Namun, meraih kemenangan di Mugello semakin sulit bagi Rossi. Juara dunia tujuh kali GP500/MotoGP itu terakhir kali meraih kemenangan pada 2017 di Sirkuit Assen. Kemenangan itu menjadi kejutan karena dia sudah sekitar setahun tidak berdiri di podium tertinggi. Pada musim itu, Rossi enam kali naik podium, tetapi musim-musim berikutnya terus menurun. Pada 2018 dia lima kali naik podium, kemudian dua kali pada 2019, dan sekali pada 2020 saat finis ketiga di Jerez.

Rossi yang musim ini membela tim satelit Petronas SRT Yamaha mengawali persaingan MotoGP dengan hasil mengecewakan. Dia masih kesulitan menemukan setelan motor terbaik untuk bersaing meraih podium. Rossi bahkan belum bisa finis di sepuluh besar dalam lima balapan yang sudah berlangsung. Dia finis di posisi ke-12 dan ke-16 dalam dua balapan di Qatar, kemudian gagal finis di Portugal, dan finis di posisi ke-16 serta ke-11 dalam balapan seri Spanyol dan Perancis.

Valentino Rossi

Jalan yang dipilih oleh Rossi ini menjadi perhatian dunia, termasuk pada pebalap yang kini bersaing di MotoGP. Rossi sering dipuji karena masih bisa balapan di usia 42 tahun, melawan para pebalap yang bahkan belum lahir saat dia menjalani debut di kelas 125cc pada 1996.

Berbeda Mentalitas

Namun, jalan yang dipilih oleh Rossi tidak akan diikuti oleh Marc Marquez. Juara dunia enam kali MotoGP itu menilai, dirinya dan Rossi memiliki mentalitas lain terkait karier balap.

”Pendekatan dia mengagumkan. Setelah apa yang dia lakukan, dia masih ingin membalap. Namun, kami memiliki mentalitas yang berbeda. Ketika saya tidak bisa lagi menang dan bersaing untuk meraih kemenangan, saya akan berhenti. Saya tidak diciptakan untuk balapan meraih posisi ke-15,” tegas Marquez dalam wawancara dengan Sky Sport Italia, Rabu (26/5/2021).

Marquez kini juga mengalami masa sulit meraih kemenangan, bahkan tidak dalam persaingan meraih podium, tetapi dengan alasan berbeda. Pebalap tim Repsol Honda itu belum 100 persen bugar setelah cedera tulang lengan atas (humerus) kanan yang …